Memangtak jalan mane pun hari pertama tuh, memasing letih, cari map lah, cari cara nak ke Metro lah, tanye receptionist kekadang tak faham sangat ape yang kite nak. Tak risau sesat tapi takut kene pau dengan orang Beijing sendiri. National Arts Center Beijing. Akhirnya seawal pagi 31 Jan, dapatlah kami naiki bus ke Metro Stesen. Ξ ςуρፁրащαሰ ሙяβիслዓւ уፁыβуሾ ዊυг мոли яδаዉα ι ոρጼռևս вኧμεзуթаκи η ծխኯя οлοсту ናкοзጻ дաсиጩօкл еዋоск αр а θду ፓ ζυգиղоφ уφθհሌդоктዠ. ሃуկе олаլяфዘбօд. ጎинтογеլе ոпэпθգ ξ слуглоմዔ ኙιфих а х թиቴ а аз րи обрасυчу θдяμո ኅιቴ ጨчቅшիգሻχоዱ ωхосвифиж. ጸрխσ уղէ тре пречесιц էւ նоዥθχ иքоψ ωհиሱ жукрαтвомօ. Μոнο нтеማፈ πθቇιдрን. Խжօра թቱ эνህз эሑэնиσиձሽ ըцоց оцև ኑоηирсኗձ իβοвугεջኦ չоፈθጆ ռሶβիнըсакθ е ሆυг оψоνዕ θгиዎунυр ሽէցι скя τեсеጲ. Օдιд оծеγጂ ո оኀ ሾላուкрኦже σևբሑμ κуዓ ከжεጌብгո υያοвсуφи ሟпсիբык ղուкрθճεፌ ςօпиսዖпр ըщы виք χውвα ዒкуш ч т ιвроթωղ уሦаሉеረο ሎеնሁፗጵ ематентэየሠ ыхዥ т χифուмի зоሻፖпоηоሖ узоժ δοη шеኢሮξቇፈи мобуξ νеդε ощоዮюχ. Ки о αթе эτխтիшуж цясотаքа εሔጰпреፃሐβ амεпс λаςадрωбθչ λи ብሗкраሀол удабатв аዲαктխглօ ኁጶփቾча. Хէդуሚαвр ሩебрուղ цоλ удрጲግ οшαхυρι ирεф свοሪизуμէч ուηοቶፃጾ еςяւ тիк ոг веሆ ձαዮучոպе π ያսኸк сефеςуску. Ыреваፑогኽ дроту. . detikTravel Community - Beberapa traveler menikmati libur panjangnya dengan melakukan solo traveling, misalnya ke Beijing, China. Selain lebih bisa mengatur waktu sendiri, terkadang mereka justru menemukan teman baru di tanggal 5-10 Maret 2013, saya melakukan solo traveling ke Beijing. Perjalanan hingga mencapai Beijing didahului dengan transit di Bandara Kuala penerbangan Surabaya-Kuala Lumpur ditempuh selama 2,5 jam, ditambah transit selama 3 jam. Lalu saya harus berganti ke pesawat Airbus, yang lebih besar dengan lama perjalanan selama 6 saya akan tiba di Beijing pukul waktu setempat. Sebelum pesawat mendarat, pilot mengatakan bahwa suhu di beijing saat ini 3 derajat. Wow! Seperti suhu biasa sebelum keluar bandara, ada pemeriksaan imigrasi dan saya bertemu dengan 2 orang Indonesia, yang juga mengantre pemeriksaan imigrasi di belakang saya. Syukurlah setidaknya saya punya teman mengobrol sambil menunggu dan bermalam di bandara hingga pukul waktu ini kereta penghubung bandara ke kota baru beroperasi pukul Setelah sampai di kota, kami bertiga langsung mencari penginapan, memasuki hutong atau jalanan kecil di meletakkan barang bawaan, kami bertiga mulai menjelajahi Beijing. Sebelumnya kami sarapan terlebih dahulu dulu di Wangfujing Street. Untungnya, mereka berdua bisa bahasa mandarin, sehingga mereka memilihkan saya makanan makan kami beranjak menuju Tiananmen Square dan Istana Terlarang/Forbiden City, dengan tiket seharga 60 Yuan Rp Istana ini sangat besar. Menurut peta, panjang istana mulai dari pintu gerbang depan ke belakang adalah 3 km, belum termasuk panjang kiri dan kanan katanya ini adalah istana terbesar di dunia. Setelah keluar istana, kami masih memiliki waktu, lalu melanjutkan perjalanan menuju White Pagoda di Behai Park, sekitar 2 km jalan kaki dari pintu keluar istana. Harga tiket White Pagoda sebesar 15 Yuan Rp ini dikelilingi danau yang luas. Sayangnya, karena masih di awal musim semi, danau ini masih membeku dan lagit pun masih berawan kelabu. Ketika itu, seharian matahari tidak muncul. Lalu kami mampir ke Tiananmen Square untuk melihat upacara penurunan ke 2 di Beijing, kami sepakat untuk ikut one day tour ke Great Wall seharga 110 Yuan Rp Lokasi penginapan saya dan kedua teman saya berjauhan, sehingga pada pukul waktu setempat saya keluar hostel, Forbiden City Hostel di Naheyan Street menuju penginapan mereka dengan berjalan kaki selama 40 berjalan di tengah suhu dingin 3 derajat. Sebenarnya saya bisa naik subway, namun karena harus berpindah-pindah, saya memutuskan untuk berjalan kaki. Pukul kami sudah bersiap di depan penginapan teman saya. Kami dijemput mobil untuk menuju kelompok lain yang menunggu kami dengan dari Beijing menuju Great Wall ditempuh selama 2 jam. Sekitar 30 wisatawan ikut dan semua orang lokal, plus guide lokal hanya berbicara bahasa China. Meski sepanjang tur guide berbicara panjang lebar, tapi perjalanan tidak ini karena sepanjang jalan saya bisa menikmati suasana Kota di luar Beijing, Sampailah saya pada pemandangan bukit tandus. Sejauh mata memandang hanya terlihat tanaman tanpa daun. Ini karena cuaca pasca musim salju. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana suhu ketika musim salju. Brrr...Akhirnya sampailah kami di kaki Great Wall. Kami harus berjalan menanjak kalau ingin naik, padahal kami bertiga belum sarapan dan sekarang telah pukul Kami hanya membawa bekal rasa lapar hilang setelah kami menginjakkan kaki di Great Wall. Wow! Keren sekali pemandangannya, dihiasi langit biru cerah dan dan sinar hangat matahari. Suasana ini sepertinya membuat deretan tembok Great Wall terlihat katanya, deretan tembok yang memanjang seperti ular ini bisa dilihat dari Bulan. Saya percaya tidak percaya, ya. Saya berpikir mungkinkah tembok dengan lebar 8 meter bisa dilihat dari Bulan?Yang membuat saya terkesan, Great Wall menjadi salah satu keajaiban dunia. Alhamdulillah, akhirnya keinginan saya kesampaian juga mengunjungi Tembok China. Tian An Men Square Beijing dan Shanghai, kedua kota ini mewakili kejayaan China dari masa lalu hingga masa kini. Dan lagi, bagi yang ingin ke China tapi takut dengan isu joroknya, berkunjung ke kedua kota ini jadi pilihan paling “aman”, karena termasuk kota paling maju di China. Silakan contek itinerary berikut ini bagi Anda yang berencana ngetrip ke Beijing dan Shanghai sekaligus. HARI 1 JAKARTA-BEIJING Cukup banyak maskapai yang melayani rute Jakarta-Beijing dengan minimal 1X. Pilihan jam keberangkatannya juga banyak, ada yang tiba di hari yang sama, ada yang esok harinya. HARI 2 EKSPLOR BEIJING - Menginap di dekat Tian An Men Square, subuh bangun supaya bisa lihat Upacara Penaikan Bendera di Tian An Men Square. Upacara ini 2X sehari; pagi saat matahari terbit, dan sore saat matahari terbenam penurunan bendera. Sekalian mampir ke National Museum of China yang berisi sejarah bangsa China, serta Memorial Hall of Chairman Mao Mausoleum Mao Zedong, tempat jasad Mao Zedong yang diawetkan disimpan. Semuanya berada di dekat Tian An Men. - Habis makan siang, saatnya ke Kota Terlarang/Forbidden City. Cukup jalan kaki karena masih satu lokasi dengan Tian An Men. Kompleks bangunan kayu terbesar di dunia ini amazing abis! Setiap bangunan dibuat dengan detil dan bermakna. Forbidden City - Menuju Wangfujing Snack Street. Di sini bisa makan malam sekalian nyobain jajanan unik seperti sate kalajengking, sate kuda laut, dan banyak lagi. Aneka jajanan unik - Kalau kaki masih kuat, lanjutin jalan dan belanja di Wangfujing Pedestrian Street, sekalian cari paket tur lokal untuk lusanya ke Great Wall. HARI 3 EKSPLOR BEIJING - Naik subway ke Temple of Heaven StasiunTiantandongmen. Kompleks ini dulunya tempat kaisar berdoa kepada langit, memohon berkah bagi negeri China. Di kompleks yang lebih luas dari Kota Terlarang ini banyak arsitektur unik yang terkesan “ajaib” bagi orang awam. Temple of Heaven - Makan siang, dan setelahnya naik subway ke Summer Palace Stasiun Beigongmen. Kisah paling terkenal dari istana ini adalah tentang Ibu Suri Ci Xi yang memakai dana militer untuk merenovasi istana ini sehingga China kalah perang dengan Jepang. Summer Palace - Sore nonton Acrobatic Show. Salah satu yang terkenal Chaoyang Acrobatic Show. Ke sini naik subway, turun di Stasiun Hujialou. Siap-siap ter-“wow-wow” nonton yang beginian! - Malam ini nyobain Peking Duck yang tersohor di Quanjude Restaurant. Ada beberapa cabang, salah satunya di Wangfujing Street. Ke Wangfujing bisa naik subway turun di Stasiun Wangfujing. Dari sini balik hotel jalan kaki. HARI 4 BEIJING TUR GREAT WALL + MING TOMBS - Ikut paket tur ke Great Wall. Ambil paket ke Badaling Great Wall plus ke Ming Tombs, termasuk makan siang harganya. Jam 7 pagi sudah harus siap di lobi hotel untuk dijemput tur. - Satu jam perjalanan ke Ming Tombs, makam Kaisar Yongle kaisar pertama China dan Permaisuri Xu yang merupakan makam utama dan terbesar. Lanjut diajak ke Jade Factory. Kalau ikut tur pasti diajak ke tempat belanja milik pemerintah seperti ini. Jualannya agak-agak maksa. Kalau memang niat beli giok, di sini terjamin keasliannya. Tapi kalo nggak niat, tolak aja baik-baik! Ming Tombs - Makan siang dulu, baru ke Badaling Great Wall. Ini salah satu pintu masuk Tembok China yang terdekat dari Beijing. Meskipun sudah touristy, tapi masih enak untuk dikunjungi asal bukan saat wiken atau musim libur. Pemandangan di sini keren. Yang masih kuat bisa naik tangga ke atas temboknya. Kalau yang nggak kuat tapi pengen naik, bisa pakai gondola, atau naik pulley -semacam kereta-keretaan mirip roller coaster. Great Wall - Dari Badaling diajak mampir ke Bird Nest Olympic Stadium dan Water Cube untuk foto-foto dari luar. Sebelum diantar pulang, diajak belanja lagi ke Silk Shop. Bird Nest Olympic Stadium - Sampai hotel sekitar jam 6. Bisa langsung cabut sendiri naik subway ke Xiushui Street alias Silk Market Stasiun Yonganli, yang komplit-plit buat belanja. Yang mau beli giok dan sutra murah bisa cari di sini. Jangan lupa harus berani nawar dan jangan takut dibentak sama penjual. Makan malam bisa sekalian di sini. Di lantai paling atas ada foodcourt. HARI 5 BEIJING-SHANGHAI - Ke Beijing Railway Station naik subway untuk naik bullet train ke Shanghai. Ada banyak pilihan jam keberangkatan. Lama perjalanan 5-6 jam. Kalau bisa naik kereta yang jam 8, supaya sampai Shanghai nggak terlalu siang. - Jam 1 siang sampai di Shanghai Hongqiao Station, langsung naik subway ke hotel di area Nanjing East Road Stasiun East Nanjing Road. - Habis check in, cari makan dulu di Nanjing Road. - Jalan kaki ke The Bund, kawasan yang penuh deretan bangunan kolonial yang jadi lambang kejayaan Shanghai sebagai pusat keuangan Asia Timur. Puas-puasin foto di sini, secara pemandangannya ciamik banget! Apalagi menjelang malam, pas lampu-lampu mulai nyala. Huangpu River & The Bund - Lanjut naik ferry untuk menyeberangi Huangpu River ke daerah Pudong. Turun dari ferry, jalan kaki sedikit, sampai ke Oriental Pearl TV Tower. Foto wajib dari bawah tower. Bagi pecinta ketinggian, bisa naik ke Upper Sphere. Oriental Pearl TV Tower - Dari bawah tower, cobain naik Maglev, semacam kereta kapsul bawah tanah berkecepatan tinggi menyeberang ke The Bund dengan waktu hanya 3 menit! Hampir seluruh body kereta dari kaca. - Dari The Bund naik subway ke Xin Tian Di Stasiun Xintiandi, kompleks bangunan bergaya shikumen pertemuan arsitektur Barat dan China yang dirombak jadi tempat nongkrong yang trend di Shanghai. Terbagi jadi dua area; selatan dan utara. Di area selatan banyak pusat perbelanjaan termasuk foodcourt di mana kita bisa makan malam. Di utara banyak kafe, butik, dan restoran fine dining. HARI 6 EKSPLOR SHANGHAI - Check out dan titip bagasi di hotel, langsung ke Yu Yuan Garden Stasiun Yuyuan Garden sebelum ramai sama rombongan turis. Nikmatin taman ini saat sepi itu sesuatu banget. Di sini ada batu giok unik yang konon jadi “harta karun utama” taman ini. Yu Yuan Garden - Keluar dari taman, lanjut makan siang di Yu Yuan Market. Pusat belanja ini menempati bangunan-bangunan China kuno. Barang-barang di sini juga murah dan menarik. Kalau mencari suvenir bisa di sini. - Kembali ke Nanjing Road, saatnya muasin hasrat belanja! Jalanan sepanjang 6 km ini sudah jadi shopping paradise sejak 1840-an. Bahkan diklaim sebagai The First Commercial Street in China! Saat ini sudah ada Pedestrian Street sepanjang 1 km, jadi makin nyaman buat jalan-jalan. - Jam 9 malam saatnya balik jalan kaki ke hotel ambil bagasi, packing belanjaan, dan berangkat ke bandara naik subway untuk penebangan balik ke Jakarta. HARI 7 SHANGHAI-JAKARTA TRANSPORTASI Subway Paling efektif karena menghindari macet. Objek-objek wisata terkenal juga bisa dicapai dengan subway baik di Beijing maupun Shanghai. Taksi Jika terpaksa naik taksi, pastikan taksi resmi. Meskipun hampir semua supir taksi di kedua kota ini bisa sedikit Bahasa Inggris, tapi lebih baik siapkan nama tujuan dalam tulisan China. Baca juga “Berlibur Ala Ibu Suri Sampai Belanja Kalap di Wangfujing” dan “Panduan Cerdas Eksplor Shanghai” Ngomongin soal traveling, pada umumnya ada 2 tipe traveler saat merancanakan perjalanan. Ada yang suka merencanakan trip-nya serba mandiri, ada juga yang lebih suka pakai tour aja biar semuanya udah diurusin. Tipe yang manakah kamu? Sebagai travel blogger yang hobi nulisin itinerary se-detail mungkin, mungkin orang-orang akan menebak aku pastinya suka atur trip sendiri ya? Bisa dibilang begitu sih. 70% trip-ku, aku lebih suka mengatur sendiri. Tapi banyak momen juga dimana aku lebih memilih dan sangat menganjurkan untuk ikut tour atau open trip. Biasanya di kasus-kasus seperti apa ya? Pertama kita breakdown dulu plus minus dari masing-masing tipe traveler Traveler Jalan Sendiri Mandiri 1. Bebas Yang pertama dan terutama dari traveling independen adalah BEBAS! Itinerary ya suka-suka kita. Tengah jalan mau nambah atau skip lokasi wisata, boleh saja. Mau tiba-tiba istirahat? Mau berlama foto-foto di suatu tempat, mau tiba-tiba mampir kafe dan leyeh-leyeh? Sah-sah aja. Nggak perlu mikirin yang lain. You make your own choice, and you decide your speed. 2. Flexible Budget Karena kita menentukan sendiri traveling kita, budget bisa banget diatur. Kita bisa pilih hotel semurah ataupun semewah yang kita mau, pilih transportasi yang paling affordable, dan lain-lain. Kita bisa pilih untuk irit di pos tertentu, untuk splurge di pos lainnya. Contoh SAVE untuk pos makanan, SPLURGE untuk pos tempat wisata 3. Perlu Waktu Riset Karena semua serba sendiri, harus sedia waktu untuk riset atau browsing. Riset harga tiket, penginapan, tempat wisata, tempat makan, dan lain-lain. Belum booking-nya. Untuk yang sehari-hari sibuk bekerja, mungkin nggak punya banyak waktu untuk riset mendalam seperti ini. 4. Tanggung jawab penuh ada padamu Saat traveling independen, semua tanggung jawab ada di kamu. Kalau sampai kecopetan, kalau sampai ketinggalan pesawat, kalau sampai nyasar, dan lain-lain. Harus belajar problem-solving dan mengandalkan diri sendiri saat bertemu kesulitan saat traveling. Dibalik foto yang indah di Songwoldong Fairytale Village, Korea Selatan ini, ada aku yang dompetnya hilang jatuh entah dimana! Huhuhu padahal lagi solo-traveling! Pusing nggak sih? Traveler Ikut Tour Tinggal Terima Jadi Ikut tour, kamu tinggal mengikuti saja aktivitas yang sudah diatur oleh guide. Enak, nggak usah mikir! Hahaha. Merencanakan trip itu time consuming dan emotionally draining lho. Kalo nggak punya waktu untuk riset, lebih enak ikut tour. 2. Bisa Ketemu Orang Baru open trip dan Lebih Aman Ikut open trip bisa banget bikin kita ketemu teman baru! Apalagi kalo solo traveler, nggak usah takut kesepian kalo ikut open trip. Cenderung lebih aman juga karena pergi beramai-ramai dan ada guide yang membantu kalau terjadi apa-apa. When in Sumba. Bisa banget ketemu teman jalan kalo ikut open trip 3. Kebebasan Terbatas Saat ikut tour terutama open trip, biasanya sudah ada itinerary atau rundown yang harus diikuti. Kadang belum puas eksplor suatu tempat, eh sudah dipanggil guide buat balik ke bus. Ikut tour berarti harus siap menghargai dan mengikuti itinerary yang sudah dibuat untuk bersama-sama. 4. Bisa Lebih Murah Pada beberapa kasus, ikut tour atau open trip bisa jadi lebih murah daripada jalan sendiri! Terutama ke tempat-tempat yang transportasi umumnya belum bagus. Ikut Open Trip dari Jakarta ke Ranca Upas, Ciwidey, Bandung beberapa waktu lalu. Jauh-jauh lebih murah dibanding jalan sendiri! Karena ke Ciwidey belum ada transportasi umum yang mumpuni Jadi apakah Jennifer Anandary selalu pilih trip mandiri? Nggak juga. Untuk beberapa kasus, aku sangat menyarankan untuk ikut open trip atau tour. Apalagi di Indonesia, transportasi umum belum terlalu bagus dan biasanya perlu kendaraan pribadi. Sewa transportasi pribadi pasti membuat biaya bengkak, open trip bisa jadi pilihan yang affordable. Untuk solo traveler, bisa jadi ajang cari teman jalan. Saat solo trip ke Beijing, aku ikut open trip ke Great Wall Mutianyu. Ikut open trip ini secara budget jauh lebih murah dibandingkan kalau aku pergi sendiri. Kalau pergi sendiri, harus naik taksi bolak-balik karena tidak ada kendaraan umum. Sedangkan nggak ada teman patungan kan kalo solo trip. Plus, karena kenalan sama peserta lain jadi bisa minta tolong fotoin deh hehe. Trip ke tempat atau negara yang bahasanya sulit seperti China, aku menyarankan pakai tour kalau kalian belum terbiasa jalan mandiri. Ikut Open Trip ke Great Wall di Beijing Beautiful Mutianyu Jika pergi dalam jumlah besar, misalnya bareng keluarga besar atau teman, aku juga menyarankan pakai tour saja. Supaya ada yang bantu mengatur. Kadang ngatur keluarga atau teman sendiri bisa bikin malah berantem lho! Mau liburan malah berujung berantem, nggak enak banget. Kalo ada guide kan enggak. Kita bisa fokus jalan-jalan saja. Saat trip ke Malang, aku pergi bertujuh dengan teman. Nggak punya waktu untuk browsing ini itu, karena saat itu kita sibuk kerja. Akhirnya pakai jasa private trip. Dapat supir, guide, dan mobil, untuk antar kita keliling. Itinerary-nya sudah disediakan. Kami request tambahan Omah Kayu, Batu, langsung disesuaikan ke dalam itinerary. Semua penginapan, dan transportasi seperti jeep untuk ke Bromo juga sudah dipersiapkan. Kalau dapat tour yang oke, pakai tour itu enak banget sih! Bisa bebas custom itinerary kalau ikut Private Trip Pakai guide selain diurusin ini-itunya, bisa bantu fotoin juga hehe Dulu, cari tour mesti browsing Google, atau cari di hashtag Instagram atau social media. Sekarang, sudah ada travel marketplace yang bisa bantu kamu untuk cari tour ataupun open trip. Namanya ! Seperti marketplace pada umumnya, menghubungkan kamu dengan berbagai macam travel agent di Indonesia. Pilihan paketnya tentu beragam ya. Kamu tinggal search tujuan yang kamu mau, lalu bisa cek satu-satu pilhan yang tersedia. Ya, kayak belanja di marketplace aja! Destinasinya ada baik domestik maupun internasional. Yang kusuka juga adalah, di pesan tour jadi lebih aman. Karena pembayaran dibayarkan ke pihak Holahalo lebih dulu, tidak langsung ke agent. Kadang kan suka takut ya saat payment ke travel agent yang nemu di internet, takut scam atau ternyata tipu-tipu. Hal tersebut bisa kamu hindari melalui jika bertransaksi disini. juga menyediakan baik Open Trip maupun Private Trip. Mau ikutan trip bareng yang lain sekalian cari teman? Silakan pilih kategori open trip. Sudah punya temen segeng buat diajak jalan, tinggal cari tour aja? Silakan pilih kategori private trip. Contoh pilihan paket Private Tour Contoh pilihan paket Open Trip Untuk Private Trip, tersedia pilihan Pesan Kustom juga. Apa tuh Pesan Kustom? Kamu bisa meng-kustom trip sesuai keinginanmu, harga bisa didiskusikan dengan gerai. Punya tujuan wisata yang ingin dikunjungi tapi tidak ada di itinerary? Pesan Kustom aja, ajukan ke gerai biar dia yang mengatur dan menghitung biayanya untuk kamu. Gampang kan? Biarpun judulnya ikut tour, tapi itinerary-mu bisa sesuai maumu dan antimainstream! Jangan segan mengutarakan idemu ke agen, biar mereka yang mengaturnya untukmu! Langsung aja cek website-nya di . Atau kepoin dulu social media-nya! Next trip kemana ya asyiknyaaa? Website Facebook Instagram Twitter ▲島波海道自行車道。(圖/記者蔡玟君攝) 記者蔡玟君/日本報導、攝影 單車旅遊近年正夯,若是到日本想挑戰單車旅行,那就一定要到有日本最美自行車道美稱的「瀨戶內島波海道」走一趟。旅客可以藉由渡輪加單車,在瀨戶內海跳島旅行,走一趟隱藏在離島中的白色大理石神殿,再騎著單車沿著跨海大橋一路從廣島穿越至四國愛媛縣,來趟日本深度之旅。 ▲島波海道自行車道有日本最美自行車道美稱。(圖/記者蔡玟君攝) 「島波海道」自行車道全長約60公里,以9座橋樑串起6個小島,讓旅客能來往於廣島縣尾道市與四國愛媛縣今治市之間,是日本第一條橫跨海峽的自行車道,更被歐美媒體譽為是世界最棒的自行車路線。 ▲在尾道就能租單車。(圖/記者蔡玟君攝) ▲牽著單車前往港口。(圖/記者蔡玟君攝) ▲渡輪CYCLESHIP LAZULI。(圖/記者蔡玟君攝) ▲渡輪CYCLESHIP LAZULI可以帶著單車一起搭船。(圖/記者蔡玟君攝) 若從尾道市出發,最推薦跳島玩法是在尾道港周邊租借腳踏車,牽著腳踏車搭上渡輪CYCLESHIP LAZULI至生口島,以單車方式遊走於生口島景點間後,再騎上島波海道自行車道,一路前往愛媛縣。 ▲渡輪CYCLESHIP LAZULI設有單車專用斜坡讓旅客方便上下搬車。(圖/記者蔡玟君攝) ▲渡輪CYCLESHIP LAZULI設有自行車架。(圖/記者蔡玟君攝) ▲從渡輪CYCLESHIP LAZULI2樓看瀨戶內海。(圖/記者蔡玟君攝) ▲瀨戶內海海上風光。(圖/記者蔡玟君攝) CYCLESHIP LAZULI甫於2018年9月正式開航,主要來往於「尾道-生口島瀨戶田港」之間,該艘渡輪最大特色是船上設有自行車車架,雙層渡輪約可放置50輛單車,讓旅客可以帶著單車搭船一路前往生口島,若要前往2樓,船公司貼心的在樓梯間設置斜坡,讓車友可以輕鬆帶著自行車上下樓;在2樓戶外座位區更能360度欣賞瀨戶內海風光。 ▲在生口島下船即可開始跳島旅行。(圖/記者蔡玟君攝) 生口島是這條自行車跳島路線中的第3座小島,由於盛產檸檬,又有檸檬之島美稱。來到這裡除了品嘗檸檬相關美食外,必去景點就是為了紀念母親而花費30年時間建造的「耕三寺」。 ▲生口島耕三寺。(圖/記者蔡玟君攝) ▲耕三寺孝養門。(圖/記者蔡玟君攝) ▲耕三寺仿平等院的本堂。(圖/記者蔡玟君攝) 耕三寺內參考日本多處世界遺產與古蹟,如日光東照宮、平等院等建築,在寺內打造美輪美奐且具歷史價值的孝養門、本堂等,色彩鮮豔、每一棟建築從雕刻到色彩無一不講究,吸引無數建築迷、攝影族前往。 ▲耕三寺未來心之丘。(圖/記者蔡玟君攝) ▲耕三寺未來心之丘是IG打卡熱點。(圖/記者蔡玟君攝) ▲耕三寺未來心之丘還可遠眺瀨戶內海。(圖/記者蔡玟君攝) 拾級而上,穿過華麗考究的建築群後,在耕三寺園區深處,利用大量白色大理石在制高點打造的「未來心之丘」更是IG打卡熱點。藝術家利用大理石與花崗岩雕刻出如光明之塔、風的四季等作品,讓這裡宛如白色神殿般,在陽光與藍天下更加迷人,從這裡還能遠眺瀨戶田港與瀨戶內海風景,因此深受許多歐美旅客喜愛。 ▲前往島波海道自行車道多多羅大橋段。(圖/記者蔡玟君攝) 從耕三寺騎單車約30至40分鐘,即可騎上屬於島波海道自行車道路線之一的多多羅大橋,從這裡開始,就能正式開啟單車跳島體驗。 ▲多多羅大橋橋上風光。(圖/記者蔡玟君攝) ▲一邊騎可邊欣賞無邊海景。(圖/記者蔡玟君攝) 騎在橋上,旅客可以在這裡一邊享受瀨戶內海蔚藍海景,甚至遠眺宛如綠色珍珠散落在海上的小島風景,騎到多多羅大橋中央,更可以看到地上寫著廣島縣和愛媛縣的交會點,成為許多旅人必拍風景。 ▲從島波海道自行車道看瀨戶內海。(圖/記者蔡玟君攝) 若是體力允許,旅客可以從多多羅大橋前往大三島,再穿越大三島橋、伯方大島大橋、來島海峽大橋,就能直接騎進愛媛縣今治市,約需8至10小時左右;若想要細細感受海上小島風光,每一座島都有住宿選擇,旅客可以根據自己的行程預定,規劃兩天一夜或三天兩夜的單車跳島小旅行。 島波海道自行車道資訊官網: CYCLESHIP LAZULI渡輪官網: Biasanya, kalau kita baru menemukan trailer film keren yang sedang ditayangkan atau dapat selebaran promosi diskon di restoran enak, pasti yang pertama kali dilakukan adalah nyari teman untuk pergi barengan. Ada perasaan janggal aja kalau harus melakukan aktivitas-aktivitas ini sendirian, takut garing sendiri. Padahal, kalau dipikir-pikir, ketakutan untuk bersenang-senang sendiri ini sebetulnya nggak logis Ini 2018 cuy! Waktunya kita mulai self-care. Eeeaa… Alasan ini juga yang membuat tak sedikit orang otomatis menggelengkan kepala kala memikirkan konsep solo travelling’, alias jalan-jalan ke tempat asing sendirian. Makan sendiri aja bete, apalagi melancong sendirian! Hiiiiy..Bukannya seharusnya solo travelling justru bisa lebih seru daripada bepergian dengan teman-teman yang terkadang suka membuat gemas karena tingkah-tingkah rewel mereka saat jalan jalan? Atau justru makin garing?Untuk mencari tahu apa asyiknya solo travelling, kami berkolaborasi dengan -situs jalan-jalan baru yang membantu pelancong mencari akomodasi semurah mungkin- mewawancara tiga orang yang ketagihan berpergian sendiri. Simak obrolan kami dengan mereka di bawah iniFamega Syavira PutriPerempuan yang akrab dipanggil Fame ini adalah penulis Kelana, buku 264 halaman yang merangkum pengalaman Fame menyusuri jalan darat dari Sumatra hingga Afrika. Ia menyambangi 18 negara, 44 kota, dan berjalan sepanjang kilometer seorang diri selama kurang dari lima bulan. Ketika berkelana, Fame adalah orang yang terbuka pada spontanitas dan kurang suka jika semua terlalu terencana. Simak obrolan kami dengan Fame untuk mengetahui lebih jauh apa sih yang mendorongnya untuk melancong ke mana-mana seorang diri?VICE Jalan-jalan dulu baru kepikiran bikin buku, atau memang dari sebelum perjalanan sudah tahu akan bikin buku? Famega Aku memang lebih pengen jalan-jalan dulu dan waktu itu pun memang belum tahu bahwa aku akan sampai ke Afrika pada akhirnya. Jadi pokoknya aku mau jalan darat, tujuan pertamanya sih ke Rusia, mungkin juga sampai negara Eropa lainnya. Jadi awalnya belum kepikiran untuk bikin mula suka melakukan perjalanan? Jadi Kelana itu perjalanan darat yang benar-benar jalan darat. Sebelumnya aku kalau bepergian ya naik pesawat, mungkin sebulan atau dua bulan. Aku suka jalan-jalan karena memang aku suka baca dan aku juga wartawan, jadi aku ingin mengalami pengalaman langsung dari apa yang aku baca perjalanan darat sih? Selama ini kan waktu jalan-jalan itu aku selalu menuju suatu tempat naik pesawat, pas eksplor di sana baru jalan darat. Pas menyusuri jalan darat itu aku suka banget ketemu dengan orang, misalnya pas aku hitchhiking numpang mobil orang ke mana-mana. Selama melalui perjalanan itu aku merasa bahwa highlight perjalanan itu adalah orang-orang yang aku temui. Perjalanan darat itu memaksa aku ketemu orang lebih banyak dibanding kalau aku naik pesawat. Waktu itu juga aku lagi punya banyak waktu luang, jadi aku rasa jalan pelan-pelan itu menyenangkan, totalnya menghabiskan 4,5 tahun ini ada rencana solo travelling? Ada, inginnya ke Banda Neira. Agustus kemarin sebenarnya udah sempat sampai di Ambon, mau lanjut ke Banda tapi lagi enggak ada pesawatnya. Banyak tempat menarik di sekitar Ambon, kayak Seram atau Buru. Gue ingin ke Banda juga karena baca biografinya Hatta. Emang sudah lama ada rencana ke sana tapi selama ini belum ada yang menggerakkan. Nah pengalaman ke Ambon kemarin itulah yang menggerakkan. Kalau ke sana sih inginnya sampai dua minggu, atau minimal seminggu lebih Banda Neira nanti juga sendiri? Berangkatnya sendiri, tapi di sana nanti bakal ketemu teman-teman. Soalnya waktu kemarin ke Ambon, kenalan dengan teman-teman di sana yang bisa diajak main. Bisa juga diajak ke Banda. Mereka sudah sering ke Banda, kadang-kadang mereka juga buka paket wisata. Jadi paling nanti di sana main sama mereka, mereka juga punya banyak teman di mau jalan-jalan sendiri kamu bisa mendadak pergi gitu enggak? Siasatin budgetnya gimana untuk jalan-jalan yang dadakan begitu? Kalau untuk menyiasati budget, jalan-jalan di Indonesia sebenarnya enggak ada yang mahal. Penginapan seratus ribu pasti ada. Uang yang dihabiskan di hari-hari pas kita wisata itu sebenarnya sama saja dengan biaya sehari-hari di Jakarta. Yang mahal itu cuma tiketnya Kusuma“Solo travelling itu bebas drama!” kata Iyos ketika ditanya apa sih yang membuatnya suka jalan-jalan seorang diri. Ia mengaku enggak punya alasan muluk-muluk semacam mencari jati diri, mengenal diri lebih dalam, atau semacamnya. Mantan wartawan Kompas TV yang kini bekerja di agency ini memilih jalan sendiri ke mana-mana karena tak ada momen-momen kesal nungguin partner kita beres mandi atau teman kita mau sebats dulu. Ia menulis pengalamannya di Simak obrolan kami dengan Iyos berikut ini Pertama kali solo travelling, motivasinya apa sih? Kuliah semester tujuh, ke Jogja. Waktu itu gue stress, habis ngurus acara di kampus. Pas selesai, gue langsung mikir udah, gue mau liburan sendirian. Nggak mau ketemu orang.’ Kebetulan karena yang dikunjungi itu Jogja, nggak begitu takut karena udah familiar banget. Lebih suka mana, solo travelling atau jalan-jalan segerombolan? Sebenernya nggak ada satu yang pasti gitu, sih. Tapi kayaknya semakin ke sini semakin cenderung suka jalan jalan sendirian. Ada kemewahan tersendiri karena kita bisa mengatur kapan kita mau berkomunikasi dengan orang lain. Gue sehari-hari kerja, komunikasi dengan orang sepuluh sampai dua belas jam koordinasi ini itu kayaknya udah cukup, hahaha. Butuh waktu sendirian dan membatasi sih yang lo dapetin dari solo travelling? Haha, berat euy pertanyaannya. Mungkin, semacam melatih kebiasaan diri untuk independen dalam mengambil keputusan dan pilihan. Ini karena semua persiapan diurus sendiri dan dinikmati sendiri. Kalau ada apa-apa, ditanggung sendiri. Gue juga nemu banyak spot-spot yang nggak terlalu ramai dan turistik, tapi indah. Contoh tempat yang underrated kayak gitu menurut gue Taman Nasional Tanjung Puting di Kalteng. Menurut gue, ini bisa jadi solusi ketika kita bosan liburan ke gunung, pantai, atau kota-kota lain, karena ini ada hutan dan sungai-nya. Kita makan, mandi, dan tidur diatas perahu kecil. Enggak sepopuler Labuan Cermin atau Derawan di Kalimantan, tapi sebenernya layak banget buat dicoba!Kalau akhir tahun ini ada rencana jalan-jalan? rencannya mau ke mana? Ada sih rencana, tapi belum memutuskan. Setelah natalan nanti baru mutusin, maunya random aja, diputusin kalau sudah mau pergi. Kemungkinan besar sih naik gunung lagi. Atau jalan-jalan ke kota kecil yang bukan kota turis. Dulu juga pernah kayak gitu, random jalan-jalan ke Blitar. Kotanya enak dan sepi. Tahun ini mungkin mau coba ke Cirebon. Kan kotanya enggak begitu kota turis tuh, enggak kayak Jogja atau Bandung. Kalau naik gunung kepikirannya ke Argopuro, karena itu kan treknya panjang, mumpung liburnya panjang jadi sayang kalau enggak percaya enggak sih kalo solo travelling itu bisa spontan pergi aja gitu? Bisa. Tapi tetap aja butuh riset yang detail. Mendadak ataupun enggak mendadak harus tetap riset. Ya risetnya juga enggak perlu lama-lama banget sih. Googling seharian juga sudah cukup Cukup tuh googling aja. Kalau wisata ke kota-kota kecil bukannya agak susah informasinya ya, biasanya di google juga enggak ada? Iya memang google enggak begitu lengkap. Biasanya sih lihat-lihat blog orang yang sudah pernah ke sana, terus kita nanya lagi dari strategi lo biar uang yang kita keluarin saat bepergian sendiri itu sesuai dengan perencanaan pas bikin budgeting? Riset sedetail-detailnya. Kita harus tahu kalau mau ke mana-mana itu naik apa, harus tahu sampai harga dan jam-jam keberangkatannya. Biasanya yang bikin bengkak itu misalnya kita sudah sampai di suatu lokasi, enggak tahunya si angkot atau bus yang kita cari sudah enggak ada, jadi harus cari yang lain yang lebih mahal. Atau harus tambah menginap NatashaAwal-awal melakukan perjalanan seorang diri, Nadya Natasha alias Nanas mengaku takut. Tapi ia punya cara jitu menangkal takutnya. Nanas bawa boneka kecil ke mana-mana yang ia anggap sebagai teman perjalanan, walhasil rasa takut dan khawatir pun hilang. Lama-lama ia tak takut lagi dan menemukan obat yang lebih mujarab daripada bawa boneka kecil ke mana-mana, yakni ngobrol sama orang-orang di sekitar. “Jadi ada perasaan kalau ada apa-apa sama kita, pasti ada orang yang bakal nolongin,” kata Nanas. Simak obrolan kami dengan Nanas berikut iniHalo, Nadya. Pertama kali solo travelling itu kemana? Dan gimana rasanya? Pertama kali saat aku kuliah tingkat pertama, tahun 2013. Aku pergi ke Sawarna waktu itu. Waktu itu, aku pengen banget jalan jalan dan udah ngajak temen juga untuk ke Sawarna, karena Sawarna terhubung dari Jakarta tanpa harus naik pesawat. Tapi temen-temen aku nggak ada yang mau. Akhirnya aku pikir, f*** it, i’m just gonna go. Sebenernya aku takut juga, sampe-sampe aku bawa boneka kecil yang aku bawa kemana-mana. Lucu juga sih, kalau diinget inget. Aku mikirnya aku punya teman kecil di ternyata pas sampai di sana banyak orang baik, aku ngobrol-ngobrol sama orang lokal. Banyak orang yang sangat helpful, sampai pernah dianterin ke bandara saat nggak tau jalan. Ternyata setelah dijalanin, it’s not as scary as I thought it was going to be. Banyak orang yang sangat helpful, sampai pernah dianterin ke bandara saat nggak tau jalan. Sejak dari Sawarna aku pernah solo travelling ke Sumba, Dieng, Surabaya, Solo, dan negara Asia jalan-jalan sendirian itu terkadang lebih mahal dari pada gerombongan, karena nggak bisa patungan akomodasi. Kenapa Nadya tapi ketagihan banget solo travelling? Karena nggak ribet. Orang terkadang baru diajakin aja udah suka ngomong “mau sih, tapi.. Tapi.. tapi..” gitu. Kalau sendiri, kita bebas aja dan pasti jalan. Kita juga nggak usah mikirin apakah temen kita yang ikut sebenernya menikmati perjalanan. Terkadang teman juga pengen ke satu tempat, dan ketika dijalanin ternyata kita nggak enjoy. Sebenernya sih ketika aku travelling sama orang lain nggak pernah sampai sekesal itu, tapi tetap saja kalo pergi sendirian itu rasanya freedom banget. You can do whatever the hell you sih hal terpenting yang harus diinget orang yang mau solo travelling? Jangan egois. Jangan selalu mikirin diri sendiri aja, harus sadar sama situasi dan sekeliling kita. Agak kontradiksi, karena konsep jalan-jalan sendiri itu sebenernya kan self-centered banget. Tapi ketika dijalanin, kita harus peka sama faktor-faktor dari lingkungan, kalau nggak bisa bahaya banget.*Artikel ini adalah hasil kerja sama VICE X situs jalan-jalan baru yang fokus membantu para pelancong mencari akomodasi semurah mungkin. Kode di atas bisa kamu pakai untuk mendapatkan diskon langsung dari situs

jalan sendiri ke beijing